Dumbleg adalah makanan khas Nganjuk yang dibungkus menggunakan pelepah pinang. Jika Anda pernah tau makanan Pudak dari Gresik, itu hampir mirip dengan Dumbleg. Hanya saja, Dumbleg memiliki bentuk panjang mirip lontong dan rasanya manis legit.
Dumbleg dibuat dari bahan-bahan tradisional seperti tepung beras, santan, dan gula jawa.
Anda dapat menjumpai sentra pembuatan Dumbleg ini di Dusun Ngemplak, Desa Gondang Kulon, Kec. Gondang, Nganjuk.
Salah satu pembuat Dumbleg ini adalah Mbah Setu (72 tahun) dan Mbah Mirah (75 tahun). Meski sudah berusia lanjut, mereka rata-rata bisa memproduksi 10 bungkus Dumbleg dengan 15 – 20 Kg Tempung beras tiap hari.
Proses pembuatannya pun juga masih sederhana. Menggunakan kayu bakar dalam dapur berlantai tanah. Mbah Tu mengatakan bahwa dirinya sudah membuat dumblek sejak masa remaja. Saat itu masih zaman penjajahan Jepang.
Dumbleg yang telah jadi dijual di pasar dengan harga Rp2000,- dan Rp5000,- per buah. Rata-rata para penjual Dumbleg dapat mengantongi omzet hingga Rp350.000,- per hari.
Karena tidak menggunakan bahan pengawet, makanan khas Nganjuk ini memiliki daya tahan sekitar 2-3 hari.





