Ruang rawat inap mewah Grha Alamanda kini menjadi bagian RSD Nganjuk. Ruang VVIP ini diresmikan Bupati Nganjuk Drs H Taufiqurrahman pada Senin, 11 April 2011. Peresmian tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati beserta ibu, Ketua TP PKK Dra Hj Ita Triwibawati, Ak, Msi, Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan jajaran Muspida. Peresmian di tandai dengan pembukaan papan nama Grha Alamanda yang terletak di sisi barat gedung utama RSD Nganjuk dilanjutkan dengan pengguntingan pita di depan pintu masuk oleh Ita Taufiqurrahman serta pemotongan tumpeng oleh Bupati Nganjuk
Dalam keterangannya Direktur RSD Nganjuk Dr Eko Sidharto menjelaskan bahwa RSD Nganjuk adalah Rumah Sakit Kelas B yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan pada bulan Maret tahun 2008 yang mempunyai kapasitas tempat tidur sebanyak 316 termasuk 18 kamar VVIP yang baru ini, dengan komposisi 53,8 % untuk kelas III; 22,8 % untuk kelas II; 6,3 % kelas I dan sisanya sebesar 17 % adalah kelas VIP atau utama.
Bila menilik Keputusan Menteri Kesehatan nomor 1165 tahun 2007 yang mengharuskan setiap rumah sakit untuk menyediakan 35 % tempat tidurnya untuk kelas III, maka bisa disimpulkan bahwa RSUD Nganjuk sudah melampaui harapan pemerintah, sekaligus menunjukkan kepedulian RSUD Nganjuk terhadap masyarakat yang kurang mampu.
Sebelum gedung “Grha Alamanda” ini dibangun jumlah kamar untuk kelas utama atau VIP hanya ada 36 saja, terdiri dari sedudo 16 kamar, Seruni 3 kamar, Wijaya Kusuma 10 kamar, Puspa Indah 5 kamar dan Kemuning 2 kamar yang tingkat huniannya hampir 100 % per tahun, bahkan pada waktu waktu tertentu banyak pasien yang “indent” kamar VIP dengan cara menempati kelas dibawahnya dulu, sambil menunggu kalau ada ruang VIP yang kosong, bahkan ada yang membatalkan niatnya rawat inap di RSUD Nganjuk karena tidak ada kamar VIP yang kosong
“Berangkat dari permintaan masyarakat Nganjuk yang terus meningkat atas kamar VIP tersebut diatas, maka kami memberanikan diri untuk membangun gedung baru yang kemudian diberi nama “Grha Alamanda” dengan kapasitas tempat tidur sebanyak 18, yang terdiri dari 8 kamar dilantai satu dan 10 kamar dilantai dua. Grha Alamanda ini satu tingkat diatas VIP Sedudo dengan fasilitas ruangan ber AC, TV 21 inch dengan 20 saluran parabola baik nasional maupun internasional, lemari es, kursi sofa untuk penunggu, oksigen sental, tempat tidur elektrik yang dapat dirubah posisinya dengan menggunakan remote control, bahkan oleh pasiennya sendiri, dilengkapi kamar mandi dengan kran panas dan dingin. Sedang untuk menuju ke lantai dua disediakan lift 24 jam” jelasnya.
Menurut Eko, dengan spirit “One stop service” semua pasien Grha Alamanda diberikan kemudahan pelayanan seperti mulai dari masuk yang bisa langsung diterima di gedung ini dengan menunjukkan surat pengantar dari dokter ahli yang bekerja di RSD Nganjuk (tentu saja bila masih ada kamar), dibandingkan dulu yang harus melewati IGD, pelayanan administrasi yang cepat dan tidak repot, parkir yang lugs dan dekat dengan kamar
Disamping itu, lokasinya yang tersendiri diharapkan akan memberikan ketenangan dan kenyamanan kepada pasien yang menginap sehingga akan mempercepat penyembuhan penyakit atau lukanya
Namun demikian masih ada beberapa kendala pada akses menuju gedung tersebut, yang pertama : jalan masuk dari dr Sutomo V yang berada dibarat gedung ini, terasa sangat sempit untuk berpapasan, yang kedua : dijalan tersebut belum ada selokan akibatnya kalau hujan air tergenang dijalan sehingga mudah menimbulkan kerusakan jalan.
Perlu diketahui pula bahwa pada sejak bulan Februari 2011 yang lalu RSD Nganjuk juga telah mengoperasikan satu gedung berlantai dua dengan jumlah tempat tidur sebanyak 54 buah yang berada di belakang atau timur gedung Grha Alamanda, dimana lantai satu digunakan untuk kelas I dan II sedangkan lantai dua digunakan untuk pasien kelas III yang hampir semuanya berstatus Jamkesmas, Jamkesda maupun dengan Pernyataan Miskin. Gedung yang diberi nama “Dahlia” tersebut kondisinya sekarang sudah diluar kapasitas sehingga banyak pasien kelas III yang menggunakan extra bed.
Disamping gedung Dahlia berlantai dua tersebut, RSD Nganjuk juga sudah melayani pasien yang membutuhkan pemeriksaan CT-scan sehingga bagi masyarakat Nganjuk yang memerlukan pemeriksaan canggih ini tidak perlu lagi jauh jauh ke luar kota. Alat CT-scan di RSD Nganjuk mempunyai kemampuan 16 slice atau 16 potongan gambar sekali foto, jauh lebih canggih dari CT-scan di kota kota tetangga.
Eko lebih lanjut memohon doa restu kepada semua masyarakat Nganjuk agar rencana RSD Nganjuk menyelesaikan unit pelayanan “Hemodialisa” atau yang dikenal masyarakat dengan istilah “cuci darah” dapat selesai pada tahun ini juga agar dapat membantu meringankan beban masyarakat Nganjuk yang membutuhkan pelayanan ini sehingga tetap dekat dengan rumah, dekat dengan keluarga, kerabat serta handai taulannya yang pada akhirnya diharapkan dapat menumbuhkan semangat positif untuk menjadi lebih baik
Sementara itu Bupati Nganjuk dalam sambutannya singkatnya menyampaikan kepada pada seluruh tenaga medis maupun non medis yang ada di RSD Nganjuk untuk meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya agar usaha untuk menciptakan pelayanan prima kepada masyarakat dapat terwujud.
“Satu hal yang agak kurang dalam pelayanan disini, yaitu selalulah tersenyum dalam melayani pasien, siapapun orangnya karena mudah-mudahan dengan senyuman akan membantu kesembuhan pasien” sindir Taufiq.
Setelah acara peresmian Bupati bersama pejabat lainya meninjau seluruh ruangan Grha Alamanda. Beliau juga menyempatkan diri untuk menjenguk beberapa pasien RSD tersebut, tidak hanya di ruang VIP melainkan juga di kelas I, II dan III.



