Selama saya tinggal diluar daerah Nganjuk (Yogyakarta), menurut pengamatan saya, orang-orang lebih mengenal Nganjuk dengan Dangdutnya. Jargon ‘asolole’ yang dipopulerkan oleh orkes musik Sagita dari Pace, Nganjuk justru lebih akrab ditelinga masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah atau mungkin juga daerah-daerah lainnya.
Istilah ‘Kota Angin’ yang sering disebut-sebut oleh masyarakat Nganjuk sendiri, justru tidak diketahui oleh masyarakat luar Nganjuk.
Terlepas dari positif atau tidaknya hal ini untuk Kabupaten Nganjuk sendiri, ini telah menjadi fenomena yang membumi di masyarakat.
Bagaimana pendapat Anda?




23:03
nah, ya nggak papa, wong kenal nganjuk aja itu sudah oke… thanks to Sagita nih..
[Reply]
13:43
kalo asolole udah terkenal,mari kita buat supaya orang2 juga mengenal Nganjuk sebagai pemilik jargon Asolole….
[Reply]
08:22
salam kenal dari perumahan murah graha nganjuk asri
[Reply]
19:54
ga apa2 bozz..sebagian besar temen2 luar nganjuk juga malah lebih tau assololey dari pada kota angin…hidup nganjuk..salam teko arek loceret…
[Reply]
22:39
org nganjuk mayoritas bertani,disini kok ga ada bahasannya ya, bahkan di menu juga ga ada .
salam kenal mas.
[Reply]
14:34
Nganjuk kalau di daerah sunda berarti mengutang (pinjem), hehehe, setiap kali temen-temen saya yang berasal dari nganjuk pasti ditanyain nganjuk mana mas? hehehe. Ya itu tadi karena dikiranya nganjuk itu adalah “ngutang”. Salam kenal buat semua anggota kotaangin.com.
[Reply]