Petani Temukan Ribuan Koin China

NGANJUK – Seorang petani di Desa Balong Gebang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk menemukan 1.749 koin uang China. Ribuan koin yang terpendam di dalam lahan pertanian tersebut diduga berasal dari tahun 1700 Masehi.

Penemuan ribuan koin emas oleh Manirin (50), petani bawang merah ini langsung menggemparkan warga desa setempat. Koin-koin tersebut tiba-tiba tersembul ke atas permukaan tanah ketika ujung cangkul Manirin menembus tanah. Uniknya, ia sendiri sempat tidak menyadari keberadaan koin-koin yang tersangkut cangkulnya.

“Saat menggemburkan tanah untuk menanam bawang merah, tiba-tiba ada pecahan guci di tanah. Persis di sampingnya ada banyak sekali kepingan logam berwarna gelap,” ujar Manirin.

Manirin sendiri sempat merahasiakan penemuan koin-koin tersebut. Dengan dibantu anaknya, ia menyimpan koin-koin tersebut hingga 10 hari. Namun entah mengapa tiba-tiba ia memutuskan memberitahukan penemuan itu ke ke perangkat desa dan polsek setempat kemarin. Saat itu juga kabar penemuan benda bersejarah itu beredar luas hingga ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Nganjuk.

Berdasarkan pengamatan petugas, koin tersebut berukuran lebih besar dari kepingan uang logam Rp500. Di tengahnya terdapat lubang segi empat dengan 4 buah huruf China di sekelilingnya berwarna kuning. Warna kuning pada tepian koin dan huruf inilah yang membuat warga menduga adanya kandungan emas dalam logam tersebut. Apalagi menurut sejumlah literatur koin uang yang bernilai tinggi mengandung bahan emas di dalamnya.

Menurut Kasubdin Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab Nganjuk, Mohammad Zaini menduga koin itu merupakan benda peninggalan tahun 1700 Masehi. Sayangnya, ia belum bisa mengidentifikasi bagaimana koin itu bisa berada di Nganjuk yang jauh dari negeri China.

“Melihat bentuknya, ini adalah koin uang pada 1700 Masehi lalu. Kami belum bisa memastikan dari Kerajaan mana koin ini berasal,” ujarnya.

Namun begitu Zaini menduga jika koin tersebut dibawa oleh para orang China saat berdagang ke Indonesia. Sebab pada masa itu banyak sekali bangsa asing yang membeli rempah-rempah dari Indonesia. Hal itu dikuatkan dengan kondisi geografis Kab Nganjuk yang konon menjadi salah satu daerah penghasil rempah-rempah di pulau Jawa.

Selain ribuan koin, petugas juga masih memastikan kabar penemuan sebuah mahkota dan cincin di lokasi yang sama. Kedua benda itu dikabarkan berada satu tempat dengan koin yang ditemukan Manirin. Sayangnya, menurut Manirin mahkota dan cincin tersebut saat ini sedang dibawa anaknya ke luar kota. Karena itu petugas belum berani memastikan apakah benda yang dimaksud benar-benar ada atau rekaan semata.

“Kami masih menunggu kabar mahkota dan cincin yang diceritakan. Kalau memang benar akan ketahuan nanti,” ujar Zaini.

Sementara itu untuk penelitian lebih lanjut, saat ini ribuan koin tersebut sudah diamankan di Museum Anjuk Ladang Nganjuk. Petugas Dinas Kebudayaan sudah berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan yang akan melihat kondisi di lapangan. (fit)

Sumber: Okezone.com



Your Comment

*